Berita 2017 Terupdate

Hindari 3 Hal Berikut Saat Anak Belajar Menulis

Pada saat buah hati kita menginjak usia 3-4 tahun mereka biar saja akan memiliki kemampuan motorik halus yang baik. Tersebut menjadi salah satu momen yang sangat penting bagi setiap orang tua untuk mengajari mereka beberapa macam kemampuan sederhana yang akan bermanfaat ketika mereka sudah beranjak dewasa. Salah satu kemampuan yang bisa dilatih sejak usia balita usia 3 sampai 4 tahun adalah kemampuan menulis. Anak-anak yang berusia balita bisa belajar menulis sedini mungkin sehingga mereka terbiasa untuk memiliki kemampuan menulis yang baik dan benar.

Saat anak-anak belajar menulis para orang tua harus menghindari tiga hal berikut yang akan sangat merugikan khususnya ketika mereka belajar merangkai kata di dalam sebuah tulisan. Hal pertama yang harus dihindari adalah berikan alat tulis untuk orang dewasa.

Belajar menulis
Belajar menulis

Alat tulis orang dewasa seperti bolpoin hingga pensil biasanya tajam dan tombol. Hal tersebut tentunya akan sangat berbahaya terlebih lagi ketika buah hati kita belajar untuk menulis tanpa perhatian dari orang dewasa. Ada beberapa macam pilihan alat tulis anak-anak yang bisa dipilih dan digunakan salah satu contohnya adalah krayon dan beberapa macam alat tulis lainnya.

Hal kedua yang harus dihindari ketika mengajari anak belajar menulis adalah beban target yang terlalu berlebihan kepada mereka. Jangan samakan anak balita yang berusia 3 sampai 4 tahun dengan anak sd maupun anak-anak yang telah dewasa. Kita bisa memberikan beberapa macam materi sederhana yang bisa dipelajari dengan sangat mudah bagi anak-anak.

Salah satu contohnya adalah membuat garis, membuat lingkaran sehingga menghubungkan titik-titik yang membentuk sebuah gambar. Masalah cucian harus dihindari oleh setiap orang tua yang memiliki anak sedang belajar untuk menulis adalah tidak memperhatikan mereka saat melakukan aktivitas tersebut.

Selain akan memperbesar resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan orang tua yang tidak memperhatikan anak-anaknya saat belajar untuk menulis akan memiliki rumah yang penuh dengan corat-coret dan berantakan. Sebagai gantinya kita bisa membedakan media belajar seperti kertas maupun buku gambar.